Dasar 3. Alamat fixture: bagaimana perintah menemukan lampu yang tepat

Semua lampu terhubung ke kabel yang sama dan menerima aliran 512 angka yang sama. Jadi kenapa yang pertama menyala merah dan yang kedua biru? Karena setiap fixture punya alamat: tempat di dalam aliran itu, dari mana ia mulai membaca bagian «miliknya sendiri». Alamat adalah penyebab paling umum keanehan di lokasi acara — dan sekaligus salah satu hal yang paling mudah dipahami.

Alamat adalah nomor kanal pertama milik fixture

Sebuah fixture menempati beberapa kanal berurutan — sebanyak kemampuan yang dimilikinya. Alamat (disebut juga alamat awal, alamat DMX, atau ringkasnya «alamat») memberi tahu fixture di mana blok miliknya dimulai.

Setel alamat 1 pada fixture 6 kanal dan ia mengambil kanal 1, 2, 3, 4, 5, 6. Setel alamat 7 dan ia mengambil 7–12. Segala hal lain di jalur itu ia abaikan, seakan angka-angka tersebut tidak ada.

Gbr. 1 — Satu jalur 512 kanal dan blok-blok fixture: alamat adalah nomor sel pertama dalam sebuah blok
Gbr. 1 — Satu jalur 512 kanal dan blok-blok fixture: alamat adalah nomor sel pertama dalam sebuah blok

Perumpamaannya: jalur DMX adalah jalan panjang dengan rumah bernomor 1, 2, 3… 512. Sebuah fixture adalah keluarga yang menempati beberapa rumah berjejer. Alamat adalah nomor rumah pertamanya. Tukang pos (mixer) sekadar menaruh surat di setiap rumah secara berurutan; memilah surat mana untuk siapa adalah urusan penghuninya.

Menghitung alamat: satu baris hitungan

Aturannya cuma satu: alamat fixture berikutnya = alamat fixture sebelumnya + jumlah kanalnya.

Ambil empat fixture 6 kanal yang sama:

Fixture Alamat Kanal yang dipakai
Fixture 1 1 1–6
Fixture 2 7 7–12
Fixture 3 13 13–18
Fixture 4 19 19–24

Fixture-nya boleh berbeda-beda — hitungannya tidak berubah. Tambahkan satu moving head 14 kanal: alamat bebas berikutnya setelah keempat fixture tadi adalah 25, jadi moving head itu mengambil 25–38 dan fixture sesudahnya mulai dari 39.

⚠️ Hati-hati: sebuah fixture tidak tahu berapa kanal yang menurut software ia miliki. Ia sekadar membaca, mulai dari alamatnya, sebanyak kanal yang disediakan oleh mode-nya saat itu. Jadi ada dua hal yang harus cocok: alamat dan mode (soal mode ada di bawah).

Apa yang terjadi kalau alamatnya bertumpuk

Misalkan Anda keliru dan memberi fixture kedua alamat 4, bukan 7. Sekarang kanal 4, 5, dan 6 dibaca oleh kedua fixture: yang pertama menganggapnya hijau dan biru miliknya, yang kedua menganggapnya intensitas dan merah miliknya.

Hasilnya di ruangan tampak seperti sihir: Anda mendorong intensitas fixture kedua dan warna fixture pertama yang berubah. Anda menyetel yang pertama menjadi biru dan yang kedua berkedip tanpa sebab. Tidak ada yang rusak — dua rumah tangga sekadar menerima surat yang sama dan masing-masing membacanya dengan caranya sendiri.

💡 Saran: kalau fixture terlihat «saling memengaruhi», hampir pasti alamatnya bertumpuk. Periksa hitungannya: blok setiap fixture harus mulai tepat di tempat blok sebelumnya berakhir.

Sekarang trik yang sama, tapi disengaja. Beri dua fixture yang identik alamat yang sama dan keduanya menjadi kembar sempurna: selalu sewarna, selalu seintensitas, dikendalikan sebagai satu. Ini langkah yang sah dan sangat praktis ketika fixture bekerja berpasangan (misalnya simetris di kiri dan kanan panggung) dan Anda tidak perlu mengendalikannya terpisah. Kekurangannya jelas: Anda tidak bisa memisahkannya lagi tanpa mengubah alamat.

Menyetel alamat pada fixture-nya sendiri

Alamat harus disetel di dua tempat: di dalam software (di sana Anda cukup mengetik angkanya) dan pada fixture-nya. Software tidak bisa menyetel alamat dari jauh — fixture-nya tidak pernah menanyakannya.

Cara 1. Layar dengan tombol. Pilihan modern: satu layar kecil dan tiga atau empat tombol di panel belakang atau samping (biasanya MENU, UP, DOWN, ENTER). Anda masuk ke item menu bernama semacam Addr, DMX Address, A001, atau d001 lalu menyetel angkanya.

💡 Saran: angkanya sering ditampilkan bersama satu huruf — A012, d012, CH12. Bacalah angkanya; hurufnya cuma berarti «alamat». Selain itu, pada banyak fixture layarnya meredup setelah semenit — tekan tombol apa saja untuk membangunkannya.

Cara 2. Sakelar DIP. Peninggalan masa lalu — sekarang jarang, umumnya pada fixture lama dan yang sangat sederhana: satu blok berisi 9–10 sakelar kecil. Alamatnya adalah jumlah «bobot» sakelar yang dinaikkan. Ini hitungan biner, tetapi tidak ada yang perlu ditakuti: satu tabel saja sudah cukup.

Gbr. 2 — Sakelar DIP: alamat adalah jumlah bobot sakelar yang dinaikkan
Gbr. 2 — Sakelar DIP: alamat adalah jumlah bobot sakelar yang dinaikkan
Sakelar 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Bobot 1 2 4 8 16 32 64 128 256

Untuk mendapat alamat yang Anda inginkan, naikkan sakelar yang jumlah bobotnya sama dengan angka itu. Contoh:

  • alamat 1 → hanya sakelar 1 yang naik;
  • alamat 13 → sakelar 1 + 3 + 4 (1 + 4 + 8 = 13);
  • alamat 100 → sakelar 3 + 6 + 7 (4 + 32 + 64 = 100);
  • alamat 256 → hanya sakelar 9.

Anda tidak harus menghitungnya di kepala: internet penuh dengan «kalkulator sakelar DIP DMX», dan buku manual fixture biasanya sudah memuat tabel siap pakai untuk setiap alamat.

⚠️ Pada sebagian besar fixture, alamatnya sama dengan jumlah sakelar yang dinaikkan, tetapi ada model yang menghitungnya sebagai «jumlah + 1». Sakelar kesepuluh (kalau ada) tidak berkaitan dengan alamat — biasanya ia memilih mode kerja: DMX / program otomatis / sound active / master-slave. Selalu cocokkan dengan tabel di buku manual model Anda.
💡 Saran: fixture dalam mode «auto» atau «sound» akan berkedip sendiri dan sama sekali mengabaikan mixer. Kalau satu fixture di barisan hidup menurut kemauannya sendiri, pastikan dulu ia benar-benar berada dalam mode DMX.

Mode kanal: alamat baru setengah pekerjaan

Sebagian besar fixture modern punya beberapa mode kerja yang berbeda jumlah kanalnya. Fixture yang sama bisa berjalan sebagai 4 kanal (intensitas plus R, G, B — yaitu merah, hijau, dan biru), 6 kanal (menambahkan strobo dan program otomatis), atau 9 kanal (menambahkan makro warna dan kecepatan). Mode-nya dipilih di menu fixture yang sama dan di buku manual muncul sebagai Channel Mode atau DMX Mode, misalnya 4CH / 6CH / 9CH.

Mode pada fixture harus cocok dengan profil di dalam software. Kalau software menganggap fixture-nya 6 kanal padahal sebenarnya ia berjalan 4 kanal, setiap perintah setelah kanal keempat jatuh ke tempat yang salah: Anda menggerakkan strobo dan fixture-nya berganti warna, Anda menggerakkan warna dan ia malah gelap. Gejalanya sangat khas: fixture bereaksi, tetapi dengan parameter lain, bukan yang Anda sentuh — semuanya «bergeser».

Gbr. 3 — Di dalam software setiap fixture menunjukkan alamat sekaligus mode-nya (jumlah kanal)
Gbr. 3 — Di dalam software setiap fixture menunjukkan alamat sekaligus mode-nya (jumlah kanal)

Justru itulah sebabnya model yang sama muncul beberapa kali di library profil — «PAR 180 COB 3in1 (7 ch.)», «Spica 250M (16bit, 16 ch.)», «Spica 250M (8bit, 14 ch.)». Itu bukan duplikat, melainkan mode berbeda dari satu fixture: pilih yang disetel di menu unit Anda dan yang sesuai dengan kebutuhan kerja.

Tiga kebiasaan yang menghemat berjam-jam di lokasi

  1. Beri alamat dengan jarak lapang. Anda tidak wajib memadatkan fixture rapat-rapat (1, 7, 13, 19). Alamat bulat dengan jeda lebih praktis: 1, 11, 21, 31 — dengan begitu fixture berkanal lebih banyak masuk ke celah yang sudah tersedia dan Anda tidak perlu mengalamatkan ulang seluruh jalur.
  2. Catat peta alamatnya. Tabel sederhana «fixture — alamat — mode» di kertas atau di ponsel. Sebulan lagi Anda tidak akan ingat apa yang disetel pada moving head terjauh di bawah langit-langit.
  3. Beri label pada fixture. Sepotong lakban kertas dengan alamatnya di badan lampu — trik yang dipakai semua rental lighting. Sangat berguna terutama ketika lampunya dipasang tinggi.
📍 Bagaimana ini terlihat di SvetoMaster: alamat dan mode ada di bagian Patch — satu tabel berisi daftar semua fixture Anda: nama, jenis, universe, alamat, dan mode (misalnya 14CH). Program menetapkan sendiri alamat yang tidak bertumpuk ketika Anda menambahkan fixture, tetapi Anda bisa mengetik alamat apa pun dengan tangan kalau perangkatnya sudah disetel dan Anda lebih suka tidak mengubahnya. Tumpukan alamat disorot, jadi kekeliruan klasik «dua fixture di tempat yang sama» langsung terlihat.

Pokok-pokoknya

  • Alamat adalah nomor kanal pertama fixture di dalam jalur; dari sana ia membaca sebanyak kanal yang dimiliki mode-nya saat itu.
  • Alamat fixture berikutnya = alamat sebelumnya + jumlah kanalnya.
  • Alamat yang bertumpuk membuat fixture saling memengaruhi; alamat yang sama secara sengaja membuat mereka kembar.
  • Alamat disetel pada fixture-nya sendiri: dengan tombol di layar atau dengan sakelar DIP (jumlah bobot).
  • Mode kanal fixture harus cocok dengan profil di dalam software, kalau tidak semuanya bergeser.
  • Sakelar atau item menu tersendiri bisa memindahkan fixture ke mode «auto» atau «sound» — dan saat itu ia sepenuhnya mengabaikan mixer.

Selanjutnya: sekarang kita bisa mengalamatkan fixture, tetapi kita masih belum tahu arti dari setiap kanalnya. Pelajaran berikutnya membahas profil fixture dan tabel kanal: cara membaca buku manual, apa arti semua entri Dimmer, Shutter, Gobo, dan Prism itu, dan apa yang harus dilakukan kalau fixture Anda sama sekali tidak ada di library mana pun.